Postingan

UPAYA PEMERHATI KETHEK OGLENG

Gambar
Pacitan, 4 September 2018 Kethek Ogleng Pacitan sebuah seni tari yang diciptakan oleh Bapak. Sutiman mengandung pesan moral bagi generasi penerus bangsa terhadap kecintaan terhadap budaya bangsa.  Seragam putih yang melekat pada kostum penari Kethek Ogleng menggambarkan bahwa sifat manusia jangan dilihat dari wujud fisiknya saja.  Lihatlah dari budi pekertinya.  Banyak sekali yang terjebak dengan penampilan fisik seorang.  Filosofi yang melakat dari jiwa penari Kethek Ogleng harus tertanam dalam sanubari yang terdalam menjadi manusia yang bergua baik bagi masyarakat, bangsa dan negara.  Sosok Bapak Sutiman dengan kekurangan dan kelebihannya berhasil menciptakan tari Kethek Ogleng pada tahun 1962 di Desa Tokawi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan.  Bapak Sutiman memberikan tari Kethek Ogleng kepada masyarakat pemerhati untuk mengembangkan Tari Kethek Ogleng untuk menjadi aset Nasional.  Bapak Sukisno sebagai pemerhati Kethek Ogleng berhasil mengemb...

KETHEK OGLENG PACITAN

Gambar
Pacitan, 5 September 2018 Perjuangan pada awal tari Kethek Ogleng diperkenalkan kepada masyarakat desa Tokawi penuh dengan perjuangan.  Dikutip dari buku tari Kethek Ogleng Pacitan yang ditulis oleh bapak Sukisna dkk sebagai berikut:  Lebih dari dua bulan sejak permintaanya bergabung ditolak, Bapak Sutiman kemudian mencoba lagi menemui pimpinan paguyuban dengan bekal dapat memenuhi syarat yang kurang. Sebagai kesiapan untuk melakukan itu, ia berusaha bertutur kata lebih baik dan serius agar dapat meyakinkan kepada sesepuh paguyuban Bapak Kromorejo. Ia meyakinkan pada pimpinan kerawitan bahwa gerak tari idenya itu nanti akan dapat menjadi sebuah seni yang benar benar dikagumi masyarakat. “ Saya mohon dengan sangat hormat, tolong penuhi keinginan saya, kasiani saya telah banyak waktu saya gunakan untuk menekuni latihan ini apa harus berakhir sia-sia jika terpaksa tidakmau membantu, karena keinginan ini adalah harapan hidup saya”.  Demikian itu ungkapan terakhi...

SOROTAN MATA PENUH MISTERI

Gambar
Sorot mata tajam senyum dari bibir merahmu. merah merekah menyapa.  melelh bagai es terkena panas matahari.  Namun sosok perempuan menjadi sorotan mata nanar rajawali yang terbang menukik diantara terjalnya karang.  Waspada jangan sampai senyuman membuat jatuh berkeping-keping ke bumi. Biarlah sebagai hiasan dalam sebuah kehidupan yang penuh dengan warna. manis, cantik sebagai pemanis diantara garam dan asam kehidupan.  Teguh dalam sebuah  keteguhan hati.  Tak larut dengan hingar bingarnya gemerlap dunia.  Fatamorgana yang penuh dengan kesemuan.  Menjebak dan memikat hati yang akan menghipnotis jiwa.  Tersungkur dan jatuh terjerembam dalam dalamnya jurang.  Tak kuat untuk berdiri hanya merangkak untuk sampai biibir jurang.  Pedih dan sedih serta kejamnya sorotan mata liar seorang perempuan.  Namun hati siap menjaga dari kebrutalan dalam bertindak.  Hati mengendalikan dari hiruk pikuk kehidupan yang serba indah.  Hany...

JALAN TAK SELAMANYA LURUS DAN MULUS

Gambar
Jalan bergelombang tak akan menyurutkan langkah untuk mencapai tujuan.  Sorotan mata tajam dengan kaca spion di depan  langkah tegap tak akan pulang.  Satu tujuan untuk menggapai mimpi.  Jalan tak selamanya mulus dan lurus.   Kadang atau semua jalan dalam sebuah perjalanan manusia bergelombang dan rusak.  Jalan itu yang harus kau lalui anakku.  Tak akan mungkin semuanya lurus dan halus seperti jalan tol.  Pinggang yang telah memasuki usia senja terasa.  Namun saya yakin dengan usiamu yang masih muda kau sanggup untuk melalui jalan terjal dan berliku.   Untuk satu tujuan mulia menggapai mimpi dalam sebuah perjuangan.  Jangan menyerah dalam hidup.  Laluilah jalan tersebut dengan ikhlas.  Kau akan menemukan berjuta-juta pengetahuan dan pengalaman dalam perjalanan.  Hati dan tekad kuat dalam dada.  Menjadi modal untuk menjadi pemenang.  

SERAGAM

Gambar
Seragam menjadikan pikiran kita didogma harus nurut dan loyal.  Padahal keberagaman akan memunculkan kreatifitas seseorang. Manusia akan bebas berkarya namun dengan berpegang pada nilai kebenaran.  Generasi tahun 1970-1980, dengan seragam terasa bangga didada.  Namun generasi mileneal jangan berpikiran seperti bapak ibu saudara jika ditanya cita-cita selalu menjawab pns, dokter, guru, BUMN. dan pekerjaan yang memberikan gaji yang tinggi. Rubahlah pola pikir saudara jika hari ini saudara memakai pakaian cita-cita saudara ingin menjadi desainer international. Selama itu saudara makan di KFC suatu saat saudara punya waralaba uang sukses. Jika saudara di jurusan pendidikan jadilah wirausaha dengan membuat web profesional. Pekerjaan yang saudara tekuni mimpilah menjadi pioner dalam bidang saudara yang mengglobal.

KETHEK OGLENG PACITAN

Gambar
Gambar.  Latihan di Depan Sanggar Condro Wanoro Pada mulanya Bapak Sutiman merasakan sesuatu yang berat karena banyaknya kendala datang silih berganti mempengaruhi dirinya agar mengurungkan langkah yang telah direncanakan, tetapi karena keteguhan niat yang telah tertanam dalam di sanubari maka seberat apapun risikonya harus diperjuangkan. Pandangan minor akrab dengan beliau. Selain itu beliau juga berjuang melawan rasa takut upayanya tidak berhasil, malu dianggap stres saat berlatih, dan masih harus berjuang untuk mendapatkan dukungan dari paguyuban kerawitan yang pernah menolak. Padahal hanya ada satu paguyuban di dusun Banaran yang sejak awal menjadi satu-satunya tumpuan harapan. Jika penolakan itu tidak ditindak lanjuti dengan upaya pendekatan dan pengorbanan mental, tentu yang terjadi hanyalah putus asa yang berakhir kegagalan. Namun tidak demikian yang dilakukan oleh Bapak Sutiman, ia  beranggapan justru dari penolakaan itu diterimanya sebagai cambuk untuk lebih sema...

FASE PENGENALAN SENI KETHEK OGLENG DAN PROSES KOLABORASI DENGAN PAGUYUBAN SENI KERAWITAN

Gambar
Setelah segala sesuatunya terancang dengan matang barulah Bapak Sutiman memulai misinya untuk membiasakan diri menjadi periang dan menghilangkan rasa malu di hadapan siapapun.        Menurutnya hanya dengan cara ini diharapkan bisa merubah kepribadianya menjadi percaya diri. Dengan berbekal keyakinan dan kebulatan tekat seakan tiada hari tanpa belajar meniru sifat kera. Peniruan tersebut dilakukan dengan penuh semangat serta pantang menyerah. Bahkan Bapak Sutiman sampai tak mengenal waktu dan tempat. Kapan dan dimanapun berada selalu melakukan acting tanpa menghiraukan teguran orang lain yang melihatnya. Hal itu sebagaimana tuturan narasumber sebagai berikut. “ Sebelum orang lain tau kalau saya sedang belajar meniru perilaku kera, hampir setiap orang yang menganggap saya stres, tetapi saya tidak marah dan sakit hati,bagi saya itulah ujian membangun mental” ungkapnya.      Setelah merasa yakin jika usahanya belajar acting gaya kera cu...