UPAYA PEMERHATI KETHEK OGLENG

Pacitan, 4 September 2018
Kethek Ogleng Pacitan sebuah seni tari yang diciptakan oleh Bapak. Sutiman mengandung pesan moral bagi generasi penerus bangsa terhadap kecintaan terhadap budaya bangsa.  Seragam putih yang melekat pada kostum penari Kethek Ogleng menggambarkan bahwa sifat manusia jangan dilihat dari wujud fisiknya saja.  Lihatlah dari budi pekertinya.  Banyak sekali yang terjebak dengan penampilan fisik seorang.  Filosofi yang melakat dari jiwa penari Kethek Ogleng harus tertanam dalam sanubari yang terdalam menjadi manusia yang bergua baik bagi masyarakat, bangsa dan negara.  Sosok Bapak Sutiman dengan kekurangan dan kelebihannya berhasil menciptakan tari Kethek Ogleng pada tahun 1962 di Desa Tokawi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan.  Bapak Sutiman memberikan tari Kethek Ogleng kepada masyarakat pemerhati untuk mengembangkan Tari Kethek Ogleng untuk menjadi aset Nasional.  Bapak Sukisno sebagai pemerhati Kethek Ogleng berhasil mengembangkan dengan kegiatan latihan dan pementasan baik di lokal Pacitan maupun Regional.  Selain itu juga artikel yang berkaitan dengan Kethek Ogleng berhasil di seminarkan di Seminar International di Bangka Belitung tanggal 20-23 September 2018.  Artikel ilmiah yang berkaitan dengan Kecerdasan Ekologis dalam tari Kethek Ogleng dalam pembelajaran Bahasa di Jurnal International of Education di UPI Bandung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL DESA SIRNOBOYO, KEC/KAB PACITAN JATIM

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) pada April mendatang mulai melaksanakan program Dana Desa. Untuk itu, Kemendesa PDTT pun membentuk tim pendamping desa

PERKEMBANGAN keprofesian bidang Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia kian mendapat pengakuan dan dukungan pemerintah Republik Indonesia.